Pengertian, Adaptasi, Reproduksi Organisme Nekton



PENGERTIAN NEKTON

Nekton adalah semua organisme yang mampu mempertahankan gerak melawan pergerakan air tanpa bergantung pada habitat, juga gerakan arus laut dan juga gerakan air yang disebabkan oleh angin (gerak aktif).Nekton adalah semua organisme yang mampu mempertahankan gerak melawan pergerakan air tanpa bergantung pada habitat, juga gerakan arus laut dan juga gerakan air yang disebabkan oleh angin (gerak aktif).


KARAKTERISTIK  DAN UKURAN NEKTON
Salah satu karateristik nekton adalah kemampuan bergerak dengan cepat (capability of fast motion). Nekton mempunyai panjang dari beberapa centimeters sampai 30 meters.

PENGERTIAN NEKTON BAHARI
Hewan-hewan nektonic yang tersebar di zona epipelagik pada laut terbuka. Selain itu, nekton juga hidup di daerah  neritik (kedalaman 0-200 meter) dan daerah batial (kedalaman 200-2000 meter).

KOMPOSISI NEKTON BAHARI
Didominasi oleh kelas Pisces. Mereka disebut kelompok ikan nektonic, biasanya kelompok ikan bertulang seperti cucut dan pari. Beberapa kelompok ikan dalam golongan nekton, dibagi menjadi dua kelompok, yaitu:
  1. Holopelagik, merupakan kelompok ikan yang menghabiskan seluruh waktu hidupnya di daerah epipelagik. Contohnya: cucut martil, hiu mackerel, cucut biru tuna, lemuru dan ikan dayung. Ciri-cirinya biasanya menghasilkan  telur yang mengapung dan larva epipelagik.

  2. Meroepipelagik, merupakan kelompok ikan yang menghabiskan sebagian hidupnya di daerah epipelagik, contohnya ikan salem (menghabiskan masa dewasanya di epielagik, tetapi memijah di perairan tawar) atau ikan haring (menghabiskan masa dewasanya di epipelagik, tetapi memijah di pantai).
Selain itu, nekton juga berasal dari kelas mamalia laut, seperti paus (ordo Cetacea), anjing laut (ordo Pinnipedia), duyung (ordo Sirenia), dan sebagainya. Tetapi hewan ini tidak pelagik karena menghuni perairan pantai sepanjang waktu.

Kelompok kecil lainnya yang termasuk nekton:
  • Reptil nektonic , hamper semuanya adalah penyu dan ular laut.

  • Burung laut, contohnya Pinguin. Mereka tidak dapat terbang dan terdapat di bumi bagian selatan.

  • Invertebrata, contohnya jenis moluska cephalopoda
Distribusi  Nekton di Laut

Ada di zona:
  1. Daerah Neritik, Daerah neritik merupakan daerah laut dangkal, daerah ini masih dapat ditembus cahaya sampai ke dasar, kedalaman daerah ini dapat mencapai 200 m.

  2. Daerah Batial atau Daerah Remang-remang. Daerah ini memiliki kedalamannya antara 200 – 2000 m, sudah tidak ada produsen.

FAKTOR KONDISI LINGKUNGAN NEKTON
Aspek umumnya adalah faktor cahaya, suhu, kepadatan, dan arus. Selain itu, kondisi lingkungan yang spesifik yang menimbulkan perbedaan kemampuan adaptasi pada nekton adalah mencakup tiga hal yaitu:
  1. Laut merupakan daerah tiga dimensi yang luas.

  2. Tidak ada substrat padat di manapun, sehingga tidak ada tempat perlindungan bagi hewan yang bermigrasi secara horizontal.

  3. Kurangnya substrat, artinya air laut di sekelilingnya menjadi factor prndukung terkuat.
Kondisi lingkungan yang demikian mengakibatkan besarnya kemampuan nekton untuk bermobilitas dan menempuh jarak-jarak jauh. Akibatnya, system saraf pengindraan dan sensor alat indra mengalami perkembangan. Hal ini membantu mereka dalam menangkap dan mengolah informasi yang diperlukan untuk bermigrasi, menari dan menangkap makanan, serta untuk menghindari predator.

Selain itu, karena kemampuan nekton bergerak aktif dan besarnya ukran kebanyakan nekton, menyebabkan perkembangan kecepatan renang yang tinggi. Kondisi lingkungan air laut yang kerapatannya lebih kecil daripada tubuh nekton secara terus menerus juga mengakibatkan perkembangan adaptasi nekton agar dapat tetap terapung.

ADAPTASI NEKTON BAHARI

A. DAYA APUNG
Merupakan kemampuan nya untuk melayang dan bergerak dengan kecepata tinggi dalam air.Kemampuan daya apung nekton dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu:

1. Keberadaan gelembung gas (vesica notatoria)
Kebanyakan ikan mempunyai gas atau gelembung renang dalam tubuhnya. Struktur yang mengisi sekitar 5-10 persen dari volume tubuhnya. Fungsinya mengimbangi daging yang lebih padat sehingga mengakibatkan daya apung menjadi netral. Kebanyakan ikan dapat mengatur jumlah gelembung gas dalam gelembung renangnya dan mengubah tingkat apungnya.

Ada dua macam gelembung gas, yaitu:
  • Fisostoma, dimana ada saluran terbuka antara gelembung gas dengan esophagus

  • Fisoklis, dimana tidak ada saluran. Menurut Denton dan Marshall (1958), ikan perenang cepat tidak mempunyai gelembung gas dan mencapai daya apungnya dengan cara lain.
2. Mengganti ion kimia berat dalam cairan tubuhnya dengan yang lebih ringan.
Contoh cumi-cumi. Cumi-cumi mempunyai rongga tubuh yang di dalamnya terjadi proses penggantian ion natium engan ion amonium yang lebih ringan. Akibatnya kerapatan cairan tubuhnya akan lebih kecil daripada kerapatan air laut pada volume yang sama.

3. Menyimpan lipida (lemak/minyak) di dalam tubuh.
Kerapatan lipida lebih kecil daripada kerapatan air laut sehingga dapat mempengaruhi daya apung. Jumlah lipida yang besar banyak terdapat dalam ikan nektonic, terutama yang tidak memiliki gelembung renang. Contohnya: ikan hiu, ikan mackerel (Scomber), ikan biru (Pomatomus) dan bonito (Sarda). Lipida dapat disimpan di beberapa bagian tubuh seperti oto, organ internal, rongga tubuh atau terpusat pada satu organ. Contohnya pada ikan hiu pelagic, lipida terkumpul pada hati.

4. Mekanisme hidrodinamik
Fungsinya untuk menghasilkan daya apung tambahan selama pergerakan. Mekanisme yang paling umum yaitu dengan membentuk formasi dengan mengangkat permukaan bagian anterior sirip dada (flipper), serta adanya ekor yang heterocercal. Pada system ini, flipper berfungsi sebagai kemudi guling seperti pesawat terbang, sedangkan ekornya melakukan gerakan mendorong. Contohnya: Pada ikan ikan yang lebih primitive cenderung mempunyai adaptasi hidrodinamik (pergerakan air) untuk melakukan pengangkatan.

B. DAYA PENGGERAK
Fungsinya yang berhubungan dalam pergerakan hewan nekton, yaitu:
  1. Untuk mengurangi hambatan yang dialami tubuh ketika bergerak dalam air.

  2. Untuk menciptakan daya pendorong.
Daya gerak dihasilkan oleh beberapa bagian tubuhnya, contohnya: pergerakan maju adalah gerakan mengombak dari tubuh atau sirip. Pada mekanisme mengombak, hewan bergerak maju dengan mengayunkan bagian posterior tubuh dan sirip dari sisi ke sisi. Pergerakan dari sisi ke sisi inin disebabkan oleh kontraksi otot-otot tubuh yang bergantian dari satu sisi ke sisi yang lainnya, namun pada ikan tuna yang pergerakannya cepat, gerakan mengombak benar-benar ditekan.

Jenis lain tenaga pendorong / penggerak adalah dengan melakukan pergerakan mengombak pada sirip. Mekanismenya, yaitu tubuh tetap diam dan sirip melakukan gerakan maju. Pergerakan demikian umumnya lebih lambat. Contohnya: Padaikan pari Manta (Manta hamiltoni), ikan matahari bahari (Mola mola). Biasanya yang digunakan kebanyakan ikan adalah bagian sirip lateral untuk bergerak atau mengangkat.

Gerakan lainnya seperti mendayung. Baiasanya dilakukan oleh bagian tungkai depan, belakang, atau keduanya. Contohnya;Pada penyu laut, anjing laut, singa laut, serta Pinguin. Kecepatan pergerakan bergantung pada frekuensi dayungan. Pada penyu gerakannya lambat, tetapi pada Pinguin dapat mencapai 200 dayungan/menit (Brooks ,1917, pada Pygoscelis papua). Jenis daya pendorong lainnya: Daya dorong pancar dengan menggunakan air, seperti pada Cumi-Cumi.

C. HAMBATAN PERMUKAAN DAN BENTUK TUBUH
Ada dua macam hambatan yang perlu diperhatikan, yaitu:
  1. Hambatan friksional, sebanding dengan luas daerah permukaan yang bersentuhan dengan air dapat disebut sebagai hambatan bentuk. Hambatan friksional terkecil dihasilkan oleh benda berbentuk bola yang luas permukaannya minimum. Sementara bentuk yang panjang dan tipis dapat meminimumklan hambatan bentuk.

  2. Hambatan turbulensi, bentuknya seperti pusaran. Hambatan ini dapat berkurang pada tubuh yang bentuknya seperti tetesan air. Agak tumpul di bagian depan dan mengecil sampai titik di bagian belakang. Oleh karena itu, hewan perenang cepat memiliki bentuk tubuh seperti ini (bentuk torpedo atau steam line).

Adaptasi lainnya yang bertujuan mengurangi hambatan, seperti pelurusan permukaan luar tubuh sehingga tidak ada tonjolan yang menyebabkan turbulensi. Contohya ikan perenang cepat, walaupun metanya besar, tetapi tidak menonjol melampaui sisi tubuhnya.

D. PERTAHANAN DIRI DAN PENYAMARAN
Kemampuan nekton untuk dapat bergerak cepat dalam air dapat membantu adaptasi pertahanan dirinya terhadap predator. Selain itu, mekanisme pertahanan diri yang paling banyak digunakan nekton yaitu, kamuflase (penyamaran). Penyamaran bentuk tubuh pada nekton dapat dilakukan selama bentuk itu tidak menghambat pergerakannya yang cepat. Paling umum, mereka membentuk lunas ventral pada tubuh untuk menghilangkan bayangan yang mencolok pada perut hewan bila dilihat dari bawah, sehingga mereka dapat terhindar dari predator yang menyelam lebih dalam.

Pewarnaan kriptik juga dapat membantu penyamaran beberapa jenis nekton. Jika dilihat dari atas permukaan akan tampak kehijauan atau kebiruan. Hal ini terlihat  pada bagian samping lumba-lumba sisi putih Pasifik (Lagenorhynchus obliquidens) yang meniru garis-garis ombak di permukaan air. Selain itu, perkembangan struktur morfologi khusus untuk mempertahankan diri dari predator. Contohnya: Duri dan cangkang.

E. INDRA
Indra berkembang dengan baik. Contohnya gurat sisi yang merupakan sederetan pembuluh berpori yang berisi saraf-saraf sensoris yang peka terhadap perubahan tekanan dalam air. Kebanyakan informasi yang berhubungan dengan indra diterima oleh nekton melalui penglihatan atau pendengaran. Mata cenderung berkembang baik dan kompleks tetapi ukurannya bergantung pada ukuran tubuhnya.

F. REPRODUKSI
            Pada ikan ikan nektonic epipelagik, seperti tuna dan marlin memijahkan telur yang terapung dan mengalami perkembangan di laut terbuka, dan reproduksinya terjadi secara eksternal (di luar tubuh). Beberapa bahkan mempunyai struktur seperi benang yang berasosiasi dengannya sehingga dapat menempel pada berbagai potongan tumbuhan yang terapung.

G. MIGRASI
            Hal ini banyak dilakukan untuk berkembang biak. Ikan-ikan nektonic melakukan migrasi horizontal yang luas, contohnya jenis ikan tuna dan sauri. Selain itu, ikan salem menghabiskan seluruh hidupnya untuk menyebar di laut dan bermigrasi kembali ke aliran air tawar di mana mereka memijah dan bereproduksi. Migrasi lain pada penyu  hijau (Chelonia mydas). Mereka bermigrasi dan berkumpul di satu atau beberapa pantai untuk bertelur disana.


1 comment:

Biologi Laut | Saling Rindu said...

[…] Zona Intertidal : Pengertian, Tipe Pantai, Adaptasi Organisme, Jenis Organisme dll Zona Interstitial : Pengertian, Organisme, Adaptasi Organisme, Reproduksi Organisme dll Zona Subtidal : Pengertian, Organisme, Adaptasi dan reproduksi organisme, metode pengambilan sampel Estuari dan Rawa Asin : Pengertian, Organisme, Adaptasi dan reproduksi organisme, metode pengambilan sampel Organisme Laut Dalam : Pengertian, Biota dan Adaptasi, Sumber makanan, metode pengambilan sampel Plankton : Sejarah, Pengertian, Jenis & Ukuran, Sumber makanan, metode pengambilan sampel Organisme nekton : Pengertian, habitat, adaptasi, reproduksi […]



Powered by Blogger.